Selasa, 01 Maret 2016

Rintik Hujan Kenangan

29 Februari 2010,
                  Waktu itu terdengar suara pertikaian yang tidak biasa terdengar diruang keluargaku.Aku hanya bisa melihat suatu hal yang awalnya tak pernah kuduga.Dan kini semuanya telah berbeda hanya dalam satu malam.Kini aku merasa hidup sendiri tanpa mereka hanya tinggal rintik hujan yang menemani.Teringat semua kenangan yang dulu pernah ku lakukan bersama mereka.Hanya tetes air mata yang tak bisa kubendung bersamaan dengan hujan yang terus mengguyurku agar mereka tak pernah tau disaat aku menangis karena mereka. 

                   Haripun berlalu ratu malam telah menampakan dirinya,hanya ada kegelapan yang menyelimuti perasaan ini,aku berusaha melupakan semua hal yang telah terjadi pada hari ini tapi bayangan itu selalu muncul dikala aku semakin berusaha untuk melupakannya. Aku hanya bisa meraung keras dan menitihkan air mata di kala semua itu telah menghantam hatiku dan membuat ku hancur seketika.

                Seketika itu terdengar suara pintu yang terbuka dan terlihat sosok yang datang dan memeluk erat tubuhku dengan kehangatan yang sangat aku butuhkan di saat itu.Akupun menangis dipelukannya seakan tak berdaya lagi untuk menjalani hidup ini.Dia membisikan di telingaku,"Menangislah jika itu bisa membuatmu lebih baik,luapkan semua amarah dan tangisanmu hanya untuk hari ini karena esok akan jadi hari yang lebih baik dari hari ini." Akupun terlelap dalam pelukannya.
                01 Maret 2010,
                             Senjapun telah muncul dan menyinari tidurku,akupun terbangun dengan harapan yang lebih baik dari hari kemarin.Akupun melangkah dari ranjang tidurku dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh keletihan yang ada di tubuhku.Ketika aku keluar aku terkejut melihat sesosok Ibu yang ada diranjangku,akupun tersadar ketika malam itu dialah yang memeluk dan menenangkanku. Aku hanya bisa memberikan selimut kepadanya dan mulai melakukan aktivitas seperti biasa, semua pekerjaan di rumah telah selesai aku lakukan hanya tinggal hal yang aku nantikan di pagi ini, yaitu sarapan pagi bersama dengan keluargaku aku berharap pada waktu ini semua berjalan dengan lancar dan sesuai dengan anganku. Suara langkah kaki terdengar dari atas dan semakin mendekat ke mari. Aku  mengira-ngira siapakah sosok di balik langkah kaki itu,

                           Ternyata dia adalah orang yang berjuang dan mengorbankan nyawanya untukku ia yaitu ibuku